Tampilkan postingan dengan label diskusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diskusi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 September 2018

Kenapa Harus ada RAB #1

"Berapa kira-kira biaya bangun untuk rumah saya

yang berukuran 137,5 m2 ini ya master ?".



Begitulah kira-kira pertannyaan banyak orang ketika masuk kedalam sebuah grup desain arsitektur, atau kontraktor. Dan akan banyak pula yang menjawab : 500juta terima kunci. 615juta. 485juta. bahkan ada juga yang menjawab 225juta juga selesai mba. atau... yang membuat penanya ketar ketir adalah yang menjawab singkat : 1M saja mba !!!.


Berhitung


Kira-kira apakah jawaban diatas benar?. Bisa benar, bisa salah, bisa juga Ngawur !!.  Tetapi mereka yang menjawab tidak salah juga karena mungkin mereka punya cara perhitungan sendiri sehingga akhirnya keluar nilai sekian ratus juta. Maka dengan kondisi seperti itulah kita tidak bisa berpatokan kepada hitungan-hitungan yang kira-kira tersebut. Karena dengan luas rumah 137,5m2 itu bisa bermacam bentuk layout yang terbentuk dalam sebuah rumah.
Contoh sebuah rumah seluas 70m2 terdiri dari 1 kamar mandi, 3 kamar tidur. akan berbeda nilai biaya bangunnya dengan rumah seluas 70m2 yang terdiri dari 2 kamar mandi, 2 kamar tidur. Atau contoh lain. rumah yang luasnya 100m2 memiliki dapur kotor dan bersih, akan berbeda nilainya dengan rumah yang luasnya 100m2 yang hanya memiliki dapur kotor saja. Benar apa benar?.

Lalu bagaimana dengan master-master yang memberikan informasi per m2?. Mulai dari 2,5jt sd 5jt per m2, misalkan. (lihat catatan saya di web site dengan judul "memperkirakan biaya bangun").  Apakah salah?, tidak juga, tetapi perhitungan itu bukan hitungan pasti, tetapi perhitungan kira-kira/sekitaran biaya. Contoh : rumah seluas 45m2 yang lantainya menggunakan granit akan berbeda dengan rumah seluas  45m2 dengan menggunakan keramik saja, apalagi keramik KW2. Benar?. Jadi hitungan per m2 pun hanya harga kisaran sebagai gambaran kepada anda berapa biaya yang harus anda siapkan ketika anda akan membuat rumah seluas "sekian" m2.

Setiap perhitungan dalam menghitung biaya bangun akan bergantung kepada, harga bahan dan harga tukang yang digunakan, tergantung juga pada daerah dimana rumah itu dibangun. Contoh : tukang di daerah A nilainya 150rb per hari. tapi didaerah M nilanya Rp. 90rb per hari. Harga pasir di daerah A harganya Rp. 2,1jt per truk. tapi didaerah M bisa Rp. 1,7jt per truk. Atau sebaliknya harga semen didaerah A Rp. 65rb tapi didaerah M Rp. 75ribu. Betul apa iya?

Mudah-mudahan sampai disini dulu bisa anda fahami.
Rulli Rosalli Arsitek
WA. 0878 2461 5376
IG : rulli_rosalli_arsitek

Bersambung

Jumat, 17 Agustus 2018

Bagaimana Mengembangkan Rumah

Ketika saya mendapatkan permintaan untuk mengembangkan sebuah rumah dengan luas 70m2. Dengan permintaan pengembangan rumah seperti ini :

Lantai Dasar
  • Kamar Tidur 1 unit dan ruang lain yang sudah ada disesuaikan dengan kebutuhan dan pertimbangan kenyamanan rumah bagi penghuni
Lantai Atas
  • Kamar Tidur 3 unit - 2 unit kamar tidur anak dan 1 unit kamar tidur utama
  • Kamar Mandi 
  • Ruang Keluarga
  • Area Cuci dan Jemur
  • Kamar tidur diposisikan di bagian muka supaya mendapatkan matahari pagi
Dan kondisi rumah pada bagian yang sudah diberi warna, sudah dipasang plat beton/lantai beton yang pada awal pembangunan dulu memang sudah direncanakan akan dibangun dua lantai. Walaupun belum dipastikan perkembangan di lantai atas belum ditentukan seperti apa penataan ruangnya.

Setelah di pelajari ada beberapa hal yang dapat diusulkan kepada pemilik, mengenai beberapa posisi ruang dalam rumah yang harus dirubah untuk mendapatkan kelulasan, dan kenyamanan pemilik. 

  1. Posisi Kamar Mandi yang dapat dipindahkan ke dekat/belakang ruang tamu.dengan maksud area ruang keluarga dan ruang makan dapat dirasakan lebih leluasa. Dan pembatas dinding yang membatasi dapur (sekarang) dengan area tangga pun dapat dibuka.
  2. Dapur yang ada di bagian belakang dapat dipindahkan ke area rg tidur tengah, sehingga area dapur terpisah dengan ruang keluarga tetapi dekat dengan area void area tangga (dalam gambar ruangan diberi nama ruang dengan warna hitam).Atau bisa saja dibalik dapur tetap ditempat semula tetapi ruang keluarga dipindahkan ke area rg tidur tengah yang dpt disatukan posisinya dengan area tangga. (dalam gambar ruangan diberi nama ruang dengan warna merah).


Pengembangan Lantai Atas.

Pengembangan lantai atas dikembangkan berdasarkan pengembangan posisi ruang di lantai dasar. Dan pengaturan layoutnya seperti ini :

Di sini, seperti biasa dalam setiap konsep desain rumah saya tetap mengutamakan akses udara dan cahaya kedalam rumah.maka di lantai atas seluruh kamar tidur mendapatkan cahaya langsung kedalam ruang tidur. Dan untuk ruang tidur di bagian belakang yang mendapatkan cahaya matahari langsuug dapat diatur bentuk dan ukuran jendelanya yang tidak terlalu lebar yang mengakibatkan matahari sore langsung masuk kedalam kamar, tetapi cahaya tetap dapat masuk secara maksimal.

Begitu pun dengan void di area tangga yang dipertahankan tetap ada untuk menerima masukkan cahaya dan udara ke lantai daasar dan ke ruang keluarga di lantai atas. dan sama halnya dengan ruang tidur belakang di lantai atas, bentuk dan besaran jendela akan diatur sedemikian rupa sehingga panas matahari sore panas dan sinarnya tidak terlalu mengganggu kedalam rumah.

Lalu apakah desain ini sudah fix dan bagus? jawabannya belum. Karena pemilik belum tentu menyukai tata ruang seperti ini, walaupun ruang-ruang dalam rumah sudah disesuaikan dengan keinginan pemilik. Tetapi dalam pandangan pemilik pasti akan ada beberapa hal yang ingin dikembangkan lebih jauh yang tentu saja perlu didiskusikan kembali dengan saya sebagai arsiteknya.  Tentu saja ini menandakan, sebuah denah, sebuah desain, yang ditemukan dalam sebuah postingan atau pun hasil googling walaupun sesuai dengan ukuran tanahnya haruslah didiskusikan dengan ahlinya, karena desain , pun denah atau desain yang dibuat arsitek belum tentu sesuai dengan keinginan pemilik, dan untuk mendapatkan desain yang sesuai, harus melalui tahap diskusi dan konsultasi yang berkelanjutan.




Jumat, 04 Maret 2016

Pengembangan Rumah Tipe 70

Luas Tanah :
Luas Bangunan :
Pemilik : Muhammad Mahmud Muammar Rahmatullah & Dini Sopiyanti
Lokasi : Perumahan Akita 2 Bojong Soang - Kabupaten Bandung
Tahun : 2016
Ruang-ruang yang terbentuk
Lantai Dasar :
  1.  Ruang Tamu
  2.  Ruang Keluarga
  3.  Ruang Tidur Utama + Kamar Mandi
  4.  Ruang Tidur Anak
  5.  Ruang Makan
  6.  Kamar Mandi
  7.  Dapur
  8.  Kamar Mandi Pembantu
  9.  Carport Untuk 2 Mobil
  10. Taman dalam Rumah
Lantai Satu :
  1. Kamar Tidur 2 Unit
  2. Kamar Mandi
  3. Ruang Keluarga
  4. Musholla
  5. Kamar Pembantu
  6. Gudang
  7. Ruang Cuci
Lantai Dua :
  1. Ruang Audio Video / Mini Theater
  2. Ruang Bermain Anak
  3. Ruang Olah Raga
  4. Ruang Jemur
  5. Teras Lt. Atas



IMG-20150509-WA0001

Rumah Eksisting Tipe 70

Rumah milik Pak Muhammad  Mahmud MR ini adalah rumah yang dikembangkan dari rumah tipe 70 di sebuah perumahan di Kabupaten Bandung, tepatnya di Perumahan Akita 2 - Bojong Soang. Rumah Tipe 70 yang baru dibeli Pak Mahmud dan istrinya ibu Dini Sopiyanti ini langsung dikembangkan menjadi rumah 3 lantai. Setelah Sebelumnya ada 5 kali perubahan rencana dari rencana awal. Mulai dari penambahan luas lantai, yang tadinya pengembangan rumah hanya 2 lantai tetapi hanya setengah bangunan. Kemudian dikembangkan menjadi 2 lantai dan full bangunan. Perubahan ke 2 pun masih dilakukan perubahan-perubahan yang banyak hingga akhirnya diputuskan menjadi 3 lantai seperti gambar rencana diatas.



lay out Rumah akita2, tampak depan 1

Rencana Pengembangan ke 1



tampak depan

Pengembangan Rumah ke 3

Untuk pengembangan rumah ini kami sebagai team perencana pak Mahmud kami selalu melakukan diskusi dengan Fihak Pengembang untuk mendapatkan informas mana yang boleh dilakukan dan mana yang bisa diterapkan dalam desain. Dan dari hasil diskusi, disimpulkan tampak muka rumah yang baru harus mengikuti model rumah yang lama, dan tampak bagian atas haruslah mendekati tampilan rumah awal, dari warna, bahan bangunan untuk finishing. Dan inilah hasil akhir dari desain yang diputuskan terakhir untuk pengembangan rumah tinggal rumah pak Mahmud di Perumahan Akita 2 Kabupaten Bandung.



Rencana Tampak Pengembangan Rumah

ilustrasi ruang-ruang dalam rumah.


alternatif 2a #3 copy

Rencana Pantry



12744556_10153964868389136_1551157291193556629_n

Rencana Kamar Mandi Utama



mini theater 1 #2 copy

Rencana Ruang Audio Visual

Selasa, 29 Maret 2011

Diskusi tentang mesjid dan keinginan anda.

Rekan-rekan Garis.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Beberapa hari kemarin Garis diberikan kepercayaan untuk membantu salah seorang kenalan yang berencana membuat sebuah mesjid besar di Garut. Besar disini diartikan, mesjid yang luas yang dapat menampung berbagai aktivitas keagamaan. Mulai dari menampung umat islam disekitarnya juga tamu yang berkunjung ke daerah ini yang secara langsung ataupun tidak, ingin menjalankan kewajibannya untuk sholat bersama di mesjid ini. Selain itu diharapkan mesjid ini mampu menampung berbagai perlombaan keagamaan atau juga menampung kegiatan acara pernikahan atau rapat pertemuan keagamaan dengan menyediakan fasilitas penunjang.

Harapan beliau, pemilik rencana mesjid ini, diharapkan mesjid ini akan menjadi mesjid seperti mesjid kubah emas atau mesjid Dian al-mahri yang terkenal dan banyak dikunjungi orang untuk beribadah dimesjid ini. Paduan model arsitektur seperti mesjid At-Tien (pemilik menyukai beberapa bentuk ornamen arsitektur yang ada di mesjid at-tien), Mesjid Al Nabawi di madina, dan Mesjid Jahan Numa atau lebih dikenal Mesjid Jami' Delhi di India yang dapat menjadikan mesjid ini mesjid yang menggambarkan keagungan Allah dan memberikan suasana yang khidmat saat para pengunjung datang ketempat tersebut mempunyai keinginan yang sama yaitu sholat bersama mendekatkan diri dengan bersujud kepada Allah SWT bersama dengan umat muslim lainnya, bukan sekedar mesjid yang dibangun mewah dan berlebihan atau sia-sia.

Silahkan berikan banyak saran mengenai bagaimana mesjid seharusnya, atau apa yang diharapkan anda saat berkunjung ke sebuah Rumah Allah untuk sholat. Atau mungkin masukkan lain dari rekan-rekan Garis mengenai sebuah mesjid setelah melihat mesjid lain. Seperti kebersihan yang tidak terjaga padahal mesjid tersebut sudah begitu mewah dan dibangun dengan sangat mahal, dan tempat pembuangan sampah sudah ditempatkan dibanyak titik untuk meminimalisir sampah yang diakibatkan oleh pengunjung mesjid.Tugas Garis saat ini tentu selain mencoba memenuhi keinginan pemilik, sekaligus memberikan banyak masukkan tentang sebuah mesjid, tidak hanya dari fungsinya yang utama sebagai tempat sholat kaum muslim, tetapi juga dari hal-hal lain yang mungkin terlewatkan dari segi desain arsitektur yang lainnya, efisiensi ruang, fungsi ruang, skala, dll nya. Dan melalui forum diskusi ini pula, Garis mengajak rekan-rekan Garis untuk memberikan masukkan mengenai sebuah mesjid yang diinginkan.

Jadi, silahkan berbagi disini, bertukar pendapat, bercerita tentang apa yang dibanggakan oleh rekan-rekan mengenai sebuah mesjid, atau hal apa yang membuat anda begitu khusyu berada di mesjid itu.

Semua hal yang dibicarakan di blog kami ini, akan Garis sampaikan kepada pemilik sebagai sebuah bahan masukkan bagi beliau.


Terakhir, jika saja keinginan pemilik dapat Garis penuhi tentu semuanya adalah kehendak dan izin Allah. Semoga jika ini menjadi salah satu cara lain kami untuk beribadah mengagungkan Agama Islam sebagai Agama Allah, Allah akan memberikan banyak ilmu kepada Garis untuk membuat mesjid yang baik dan penuh berkah. Dan semoga segala rencana ini menghindarkan Garis dari hal-hal yang menyebabkan kesombongan dan segalah kehilafan yang justru harus dihindarkan. Amin.
Terimakasih.

Wass. wr. wb.
Garis Cipta Karsa

Untuk studi bentuk kami sudah buat untuk tahap prtama. bisa rekan-rekan cek melalui link ini :
http://www.youtube.com/watch?v=qMaJOMricp8

pengembangan desain yang dilakukan pada tahap pertama