Tampilkan postingan dengan label share. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label share. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 September 2018

Kenapa Harus ada RAB #1

"Berapa kira-kira biaya bangun untuk rumah saya

yang berukuran 137,5 m2 ini ya master ?".



Begitulah kira-kira pertannyaan banyak orang ketika masuk kedalam sebuah grup desain arsitektur, atau kontraktor. Dan akan banyak pula yang menjawab : 500juta terima kunci. 615juta. 485juta. bahkan ada juga yang menjawab 225juta juga selesai mba. atau... yang membuat penanya ketar ketir adalah yang menjawab singkat : 1M saja mba !!!.


Berhitung


Kira-kira apakah jawaban diatas benar?. Bisa benar, bisa salah, bisa juga Ngawur !!.  Tetapi mereka yang menjawab tidak salah juga karena mungkin mereka punya cara perhitungan sendiri sehingga akhirnya keluar nilai sekian ratus juta. Maka dengan kondisi seperti itulah kita tidak bisa berpatokan kepada hitungan-hitungan yang kira-kira tersebut. Karena dengan luas rumah 137,5m2 itu bisa bermacam bentuk layout yang terbentuk dalam sebuah rumah.
Contoh sebuah rumah seluas 70m2 terdiri dari 1 kamar mandi, 3 kamar tidur. akan berbeda nilai biaya bangunnya dengan rumah seluas 70m2 yang terdiri dari 2 kamar mandi, 2 kamar tidur. Atau contoh lain. rumah yang luasnya 100m2 memiliki dapur kotor dan bersih, akan berbeda nilainya dengan rumah yang luasnya 100m2 yang hanya memiliki dapur kotor saja. Benar apa benar?.

Lalu bagaimana dengan master-master yang memberikan informasi per m2?. Mulai dari 2,5jt sd 5jt per m2, misalkan. (lihat catatan saya di web site dengan judul "memperkirakan biaya bangun").  Apakah salah?, tidak juga, tetapi perhitungan itu bukan hitungan pasti, tetapi perhitungan kira-kira/sekitaran biaya. Contoh : rumah seluas 45m2 yang lantainya menggunakan granit akan berbeda dengan rumah seluas  45m2 dengan menggunakan keramik saja, apalagi keramik KW2. Benar?. Jadi hitungan per m2 pun hanya harga kisaran sebagai gambaran kepada anda berapa biaya yang harus anda siapkan ketika anda akan membuat rumah seluas "sekian" m2.

Setiap perhitungan dalam menghitung biaya bangun akan bergantung kepada, harga bahan dan harga tukang yang digunakan, tergantung juga pada daerah dimana rumah itu dibangun. Contoh : tukang di daerah A nilainya 150rb per hari. tapi didaerah M nilanya Rp. 90rb per hari. Harga pasir di daerah A harganya Rp. 2,1jt per truk. tapi didaerah M bisa Rp. 1,7jt per truk. Atau sebaliknya harga semen didaerah A Rp. 65rb tapi didaerah M Rp. 75ribu. Betul apa iya?

Mudah-mudahan sampai disini dulu bisa anda fahami.
Rulli Rosalli Arsitek
WA. 0878 2461 5376
IG : rulli_rosalli_arsitek

Bersambung

Sabtu, 25 Agustus 2018

Cara Menghitung Kebutuhan Keramik

Untuk beberapa orang yang membangun rumahnya sendiri, dengan hanya dibantu oleh grup tukang, tanpa bantuan arsitek atau kontraktor, pemilik seringkali merasa kesulitan menentukan jumlah bahan penutup lantai seperti keramik atau granit. Jika dengan bantuan arsitek atau kontraktor biasanya di dalam RAB yang diperuntukkan untuk pemilik sudah tercantum berapa banyak dus yang akan digunakan dirumah pemilik.

rab


Untuk contoh diatas tertulis keramik area duduk/ruang keluarga menggunakan keramik ukuran 50x50 merk milan warna abu-abu dibutuhkan untuk 12,5 m2. Karena 1 dus keramik biasanya untuk kebutuhan 1m2 (tidak semua ukuran keramik atau granit 1 dus untuk 1m2) maka untuk 12,5 m2 dibutuhkan 12,5 dus dibulatkan menjadi 13 dus.
Jika anda tidak memiliki RAB yang sudah terhitung oleh arsitek atau kontraktor anda maka anda sendiri dapat menghitung kebutuhan keramik atau granit seperti ini : Misalkan anda ingin menutup ruang tidur utama yang memiliki luas 3x4 m = 12 m2 dengan keramik berukuran 40x40. Yang perlu kita ketahui pertama kali adalah apakah benar untuk 1 dus keramik itu dipakai untuk 1m2?. Maka kita dapat berhitung seperti ini, ukuran keramik 40x40 = 0,16m2. Satu dus keramik ukuran 40x40 berisi 6 keping. maka satu dus keramik diperuntukkan untuk 0,16 m2 x 6 keping = 0,96 m2.
Setelah diketahui untuk 1 dus keramik ukuran 40x40 maka kita tinggal membagi luas kamar dengan peruntukkan 1 dus keramik 40x40 yaitu 12 m2 : 0,96 m2 = 12,5 dus atau 13 dus. Lalu jangan lupa tambahkan 1 sd 2 dus keramik.
Begitu juga dengan penggunaan keramik atau granit 50x50. Untuk 1 dus keramik atau granit 50x50 digunakan untuk 1m2 luas lantai karena isinya 4 lembar keramik atau granit. Maka yang dibutuhkan untuk kamar dengan luas 12m2 maka dibutuhkan 12m2 : 1m2 = 12 dus keramik atau granit uuran 50x50.
Sebagai cadangan jika saat pembangunan terdapat cacat keramik atau pecah keramik.

Sabtu, 18 Agustus 2018

Antara Googling dan Diskusi dengan Arsitek

Dari banyak rekan-rekan Garis, saya yakin anda sudah ada yang banyak mengenal denah ini :












Jika saja denah ini adalah seorang artis, dia tentu sudah dikenal banyak netizen dan jadi pilihan favorit untuk dijadikan seorang idola. Begitu juga dengan denah ini. Sudah diminati banyak orang terutama yang ikut tergabung dalam grup-gruup desain di media sosial seperti Facebook. Seperti saya bilang denah ini ibarat artis disetiap postingan, di setiap jawaban yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai bagaimana menata ruang dalam sebidang tanah berukuran 10x10m atau lebih, dan gambar ini pun akhirnya selalu muncul.

Lalu apa salah saya?, apakah ada masalah?, apakah denahnya jelek?

Tentu saja tidak ada yang salah. Tidak juga menjadi masalah. Apalagi dengan mengatakan denahnya jelek. Karena denahnya sudah memenuhi standar perencanaan , jika dilihat dari sebatas pembuatan denah. penataan ruangnya tertata dengan baik dan bisa menjadi rumah yang sehat, nyaman dan segar. Denahnya tepat sekali untuk digunakan untuk lahan yang dimiliki oleh mereka yang memiliki lahan dengan lebar 10 x 10m. Dengan denah tersebut anda tinggal pengembangan tampak, struktur, dan hal-hal penting lainnya yang dianggap perlu direncanakan dalam sebuah rumah tinggal.

Lalu apa yang akan dibahas dalam postingan kali ini ?.

Saya beberapa kali mendapat kontak dari rekan-rekan saya melalui WA mengenai keinginannya membuat rumah. Ketika mulai berdiskusi kebanyakan dari mereka mengatakan sudah mendapatkan denah yang tepat tinggal membuat rencana tampaknya saja. Dan ketika saya mintakan denahnya, yang keluar adalah gambar ini :












Saya mengulang 2x posting gambar di bahasan saya kali ini karena denah ini merupakan denah favorit banyak orang.
Kemudian ketika diskusi dilanjutkan. 4 dari 5 orang ketika ditanyakan berapa ukuran lahan yang dimiliki mereka, ternyata mereka memiliki lahan dengan ukuran 10 x 10m. Tentu saja jika denah ini digunakan di lahan lebar 10 x 10m atau 10 x lebih dari 10m denah ini sah digunakan dan dibangun. Tetapi jika lahannya lebih dari 10m x lebih dari 10m ?. Pendapat saya adalah : sayang sekali jika denah ini digunakan di lahan yang punya nilai lebih dari sekedar denah diatas. Tapi sekali lagi bukan denahnya yang jelek, tetapi denahnya kurang tepat digunakan dilahan yang memilik ukuran lebih dari 10m x lebih dari 10m, karena dengan lahan seperti itu denahnya bisa jauh lebih maksimal.

Coba kita bahas denah diatas ketika ditempatkan di lahan dengan ukuran 10m x 10m lebih.

Denah diatas memang diperuntukkan untuk lahan dengan lebar 10m dan panjang (bisa lebih dari) 10m. Oleh karena itu dibagian belakang diberikan lahan terbuka untuk memberikan akses udara dan cahaya untuk area belakang rumah. Tetapi ketika panjangnya lebih dari 10m tentu ruang keluarga di bagian belakang bisa mundur sejajar dengan dinding belakang dapur dan kamar tidur karena open space dapat diambil dari lahan lebih di bagian belakang.
Namun ketika lahannya 10m x 10m lebih. katakanlah 15m x 15m dengan denah ukuran seperti diatas akan ada sisa lahan 5m di sisi kiri atau kanan. Dan dengan sisa lahan 5m itu anda bisa menggunakannya untuk taman yang ditata dengan indah. Dan ketika lahan tersebut ditata menjadi taman yang dilengkapi gazebo dan kolam ikan, bagaimana anda dapat menikmatinya dari dalam rumah jika denah rumah yang digunakan seperti diatas?. Apakah anda harus keluar rumah dahulu untuk menikmati taman yang anda tata dengan biaya yang tidak sedikit?.




Oke bagaimana jika denahnya saya usulkan untuk dibuat seperti ini :







Denah mana yang akan anda pilih ?. Tentu saja pilihan akan anda sesuaikan dengan kebutuhan dan kesukaan dari penataan ruangnya, atau didasarkan pada budget yang dimiliki untuk membangun rumah. Tetapi kita lihat dari ketiga alternatif denah diatas. ruang keluarga dan rg makan mendapatkan akses pandangan kearah luar ke arah taman yang dapat dibuat di lahan lebih tersebut bukan?. Dan suasana yang akan anda dapat pun akan lebih menarik dari dalam rumah. Seperti contoh dibawah ini.










Ruang Keluarga Ibu Nadya Aulia - arsitek : Rulli Rosalli












Hasil Pencarian dari Google - Properti.com












Sekarang, bagi mereka yang belum membuat rumah tinggalnya dan belum masuk keperencanaan. Apakah masih berfikir akan menggunakan hasil pencarian di Google saja?, atau berdiskusi dengan Arsitek pilihan anda?. Apa kerugian anda untuk menyewa arsitek ketika anda mendapatkan keuntungan lebih dari menyewa arsitek.
Rulli Rosalli Arsitek

Kamis, 01 Maret 2018

Menghitung Kebutuhan Genteng


Mereka yang sedang membangun rumah sendiri, ketika pekerjaan sudah mencapai pekerjaan pemasangan genteng, sementara pekerjaan anda hanya dibantu oleh kelompok tukang terkadang harus siap menyediakan baha-bahan penutup atap, genteng dengan jumlah yang tepat sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, supaya genteng yang dibeli tidak berlebihan tidak juga kekurangan.

Untuk menghitung kebutuhan genteng kami memeberikan gambaran perhitungannya seperti  ini :
Ketahui luas atap yang dibuat di rumah yang sedang anda bangun. perhitungan luas jika gambar rencana rumah tinggal anda dibantu oleh arsitek sehingga anda memiliki gambar rencana rumah nya maka luas atap dapat dihitung dari ukuran yang ditampilkan oleh arsitek di gambarnya. Contohnya gambar rencana rumah anda seperti ini :
 
Pertama-tama ketahui panjang genteng dari potongan A berapa meter, tentu saja panjang genteng ini akan dipengaruhi oleh bentuk atap yang dipakai dirumah anda. Sementara dari contoh yang ditampilkan diatas maka panjang atap dari kiri  ke kanan sama dengan lebar lahan rumah yaitu 10m

 Kedua, ukur panjang atap dari kemiringan atap yang kemiringannya mengarah ke bagian belakang seperti yang diperlihatkan dalam gambar Potongan C-C. Misalkan panjang atap yang bagian belakang dari ujung bubungan ke arah ujung atap bagian belakang adalah 6M. maka luas atap bagian belakang rumah yang kemiringannya menghadap kearah belakang luasnya adalah 6M x 10M = 60M

Ketiga, ukur panjang genteng dari kemiringan atap yang kemiringannya mengarah kebagian depan rumah. Misalkan panjang atap yang bagian depan dari ujung bubungan ke arah ujung atap bagian depan adalah 4.5M. Maka luas atap bagian depan rumah yang kemiringannya menghadap ke depan adalah 4,5M x 10M = 45m2.
Dengan demikian luas atap yang akan terpasang dirumah anda adalah 60m2 + 45 m2 = 105m2.
 
Lalu berapa jumlah genteng yang diperlukan untuk digunakan di atap seluas 105m2 tersebut?. Rata-rata penggunaan genteng dalam 1m2 nya berjumlah 25 buah. Tetapi karena saat ini begitu banyak genteng yang diproduksi akan lebih baik ditanyakan kepada penyedia genteng untuk diketahui berapa jumlah genteng yang diperlukan dalam 1m2 nya sesuai dengan merk dan tipe yang anda pilih. Karena jumlah genteng dalam tiap 1m2 nya akan dipengaruhi oleh ukuran gentengnya sendiri.

Tentu saja jika yang diperlukan dalam 1m2 nya adalah 25buah maka tinggal dikalikan saja 25buah x 105m2 = 2.626buah genteng.  Dan jika dalam 1m2 nya dibutuhkan 27 buah maka tinggal dikalikan saja 27buah x 105m2 = 2.835 buah. Jangan lupa tambahkan beberapa keping genteng tambahan untuk cadangan jika terjadi kerusakan saat pemasangan atau untuk cadangan setelah rumah anda selesai dibangun.

Link Lain untuk menghitung kebutuhan bahan :
Menghitung kebutuhan semen untuk pemasangan keramik
Menghitung kebutuhan penutup lantai (keramik/Granit)

Senin, 24 Februari 2014

Supaya Rumah Terasa Leluasa dan Lega

rumah anda kecil?. bukan berarti anda kehilangan kesempatan untuk menikmati rumah anda sebagai rumah yang nyaman dan leluasa. ada bebera tips yang mungkin bisa digunakan untuk mendapatkan rumah yang lega dan menyenangkan.
1. gunakan furniture yang berkesan ringan dan terang. contoh, jangan gunakan sofa besar dan berat tapi gunakan kursi dengan kaki yang ramping. Hindari keinginan memperbanyak furniture didalam rumah selama fungsinya masih bisa dikesampingkan / tidak terlalu penting.


membatasi model dan furniture yang berlebihan


2. jangan memberi sekat masif dan terlalu banyak, gunakan sekat yang transpara, seperti penggunaan kain tipis, manik-manik yang disusun berjuntai ke lantai, kayu yang disusun deret.

pembatas ruang menggunakan bahan transparan

3. pilih warna2 terang untuk cat dalam rumah anda.


keramik ukuran besar dan bukaan lebar

4. jangan gunakan penutup lantai atau dinding seperti keramik yang berpola keramik yang padat dan penuh corak, atau mozaic seperti di kamar mandi yang penggunaannya terlalu berlebihan. pola keramik yang nyaris polos dengan corak simpel dengan ukuran keramik berukuran lebih besar, akan lebih baik untuk rumah tinggal anda.

pintu kaca lebar dan tinggi untuk "menyatukan" ruang dalam dan ruang luar

5. gunakan salah satu sisi rumah anda yang dapat digunakan untuk memasang bukaan berupa pintu yang dapat dibuka lebar dengan kaca2 yang lebar dan tinggi untuk "menyatukan" area luar dengan area dalam.

Minggu, 01 Januari 2012

Konsultasi, Desain, Pembuatan Detail, dan RAB serta biayanya

Rekan-rekan di team
















Seringkali saya mendapat banyak keluhan dari rekan-rekan yang mempunyai keinginan untuk berkonsultasi dengan team. Kebanyakan dari keluhan yang disampaikan kepada team mengenai fee yang sudah team kenakan untuk sebuah konsultasi desain. Padahal dari konsultan atau kontraktor yang lain, fee desain digratiskan dan peserta konsultasi tidak dikenakan biaya apapun. Sementara keinginan untuk berkonsultasi dengan team cukup besar. Demikian kurang lebih keluhan yang disampaikan kepada saya dan team.

Sebagai usaha untuk lebih mengembangkan pelayanan jasa kami. Team saya sejak tahun 2003 sudah mulai membuka pelayanan jasa dan konsultasi secara online dengan melalui email. Baru pada awal tahun 2008 kami membuka web site kami lengkap dengan pelayanan konsultasi langsung secara online melalui ym, skype, termasuk juga facebook. dan alhamdulillah sambutannya sangat menyenangkan dari rekan-rekan yang berencana membangun rumahnya.

Hingga tahun 2009 akhir, team selalu memberikan pelayanan konsultasi dengan memberikan denah usulan bahkan hingga desain tampak, sehingga peserta konsultasi betul-betul mendapatkan gambaran yang sesuai dengan keinginannya. Dalam satu hari team dapat menerima 10-15 email yang masuk untuk berkonsultasi dengan team, dan minimal 10 orang yang masuk ke ym team untuk langsung berkonsultasi dengan kami.

Hanya saja selama tahun 2009, sangat disayangkan banyak sekali dari rekan-rekan yang sudah berkonsultasi dengan team kami dan sudah mendapatkan gambaran mengenai desain rumah tinggalnya tidak lagi menghubungi team kami untuk melanjutkan desainnya, bahkan email serta sapaan team kami melalui fb pun tidak mendapat respon. Kami tidak mengetahui lagi kabar selanjutnya mengenai kabar apakah desainnya jadi dibangun atau tidak.

Justru seringkali kami terkaget-kaget ketika tiba-tiba ada email dari rekan kami yang tidak diketahui lagi kabarnya kemudian mengirimkan email bernada teguran mengenai desain rumah yang tidak sesuai dengan apa yang selama ini didiskusikan atau diinginkannya. Namun setelah dicaritahu penyebabnya, masalah yang timbul selama pembangunan adalah tidak difahaminya konsep dan rencana desain lainnya dari desain yang sedang dibuat, karena desain yang digunakan oleh peserta konsultasi tidaklah lengkap. Sehingga saat masalah timbul tidak akan diketahui pemecahannya seperti apa.

Perlu diketahui oleh rekan-rekan Garis, untuk mendapatkan sebuah rumah yang sesuai dengan keinginan anda sebagai pemilik dan kami sebagai pemberi usulan, desain harus melalui diskusi yang baik dan berkesinambungan. sehingga sebuah desain yang kami buat benar-benar dapat difahami oleh anda selaku pemilik. Oleh karena itu jika anda menganggap bahwa sebuah gambar denah dapat membantu sebuah pembangunan, saya katakan bahwa pendapat tersebut tidak tepat, karena sebuah denah hanya memberikan gambaran mengenai tata letak ruang yang akan anda dapatkan saat anda membangun sebuah rumah bukan panduan untuk membangun.

Lalu timbul pertanyaan lain, "lalu bagaimana dengan referensi yang bisa saya dapatkan dari sebuah majalah atau internet?, bukankah saya bisa memadukan denah yang anda (team saya) buat dengan tampak/fasad rumah yang saya suka dari media lain?". jawabannya akan menimbulkan pertanyaan lain. seperti : "apakah ukuran rumah anda sesuai dengan ukuran tampak rumah yang anda dapat dari media lain?. apakah nantinya detail-detail yang ada di referensi yang anda dapatkan dan akan anda masukkan kedalam rumah anda akan menjadikan rumah anda proporsional?, tidak terlihat aneh?. bagaimana dengan ukuran jendelanya apakah tepat bila dipasangkan dengan rumah anda?". dan pertanyaan lain yang bisa muncul.

Idealnya Sebuah desain akan berfungsi dengan baik, jika gambar tersebut dibuat secara lengkap rencananya, mulai dari rencana pondasi hingga rencana atap. Walaupun sekarang ini banyak tukang ahli dilingkungan anda yang mengerti pembuatan sebuah bangunan, namun arah dan tujuan Perencana atau arsitek belum tentu sepenuhnya dapat ditangkap oleh tukang2 ahli anda, termasuk oleh anda sendiri sebagai pemilik yang langsung berkonsultasi dengan perencanan. Perlu ada penjelasan berupa gambar rencana yang dibuat secara detail oleh perencana atau arsiteknya.

Sebuah contoh kecil yang dapat dijadikan contoh. Perencana atau Arsitek menempatkan sebuah taman kecil didalam rumah anda. Perencana bermaksud membuat sebuah sumber cahaya dan udara dari luar rumah. Dan untuk memfungsikannya secara maksimal, perencana membuat bukaan berupa jendela tinggi atau pintu dengan beberapa bukaan sehingga udara dan cahaya dapat masuk kedalam rumah. Tapi apa jadinya jika tukang, atau anda merubah jendela atau pintu tersebut menjadi sebuah bouvenligh, atau jendela dengan ketinggian 90cm dari lantai?. tentu taman tersebut tidaklah berfungsi baik.

Kembali kepada pembahasan mengenai kenapa kami menetapkan biaya desain pada tahap pengembangan desain. Kami disini pada saat mendapatkan permintaan dari rekan-rekan untuk membuat sebuah desain, atau mendapatkan denah ruang yang sudah dibuat oleh rekan-rekan yang mengirimkannya via email, adalah mendiskusikannya dan kemudian melakukan oret2an untuk membuat usulan jika layout ruang dianggap kurang baik. Arsitek senior dan arsitek yunior kami langsung bekerja untuk memberikan hasil yang terbaik saat memberikan masukkan mengenai desain yang diinginkan oleh peserta konsultasi. Setelah tahap 1 dilakukan, yaitu tahap pembuatan denah dibuat dan kami konsultasikan, tidak jarang lebih dari 4 kali kami harus merubah layout ruang yang dianggap tidak sesuai dengan keinginan pemilik, sebelum kami masuk ke tahap pembuatan desain tampak.

Selama itulah kami terus melakukan perubahan2 desain, bercampur baur dengan konsultasi2 desain yang baru, dan pekerjaan2 lama yang juga dikejar tenggat waktu. namun tekad kami adalah memberikan pelayanan sebaik-baiknya.

Oleh karena itu, kami disini membutuhkan kepercayaan dari seluruh rekan-rekan yang ikut berkonsultasi dengan kami, tentu juga sebaliknya. Namun setiap orang berbeda-beda niat dan tujuannya, tidak satu dua kali kami menemukan, seorang kontraktor, berganti-ganti nama berkonsultasi dengan kami lalu setelah mendapatkan desainnya mereka membangunnya tanpa ijin terlebih dahulu kepada kami karena menggunakan desain dari kami tanpa membayar satu sen pun. Tidak sedikit juga dari perseorangan menggunakan desain kami lalu membangunnya kemudian menghilang begitu saja. Padahal kami bekerja sepenuh hati dan penuh penghargaan terhadap rekan-rekan semua yang masuk di ruang kerja kami.

Namun tentu saja kami tidak akan menuntut dan lalu mengumbar kata-kata yang tidak sopan dengan memberitahukan kepada khalayak bahwa rekan kami "mengambil dan menggunakan" desainnya tanpa membayar dan ijin apapun walaupun kami masih menyimpan nama dan alamatnya dari facebook atau media lain. yang kami lakukan selanjutnya adalah mencoba saling memberi kepercayaan antara kami dan rekan-rekan kami juga sebaliknya, sehingga pelayanan kami tetap maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya.

Inilah tahapan yang kami lakukan selama konsultasi berlangsung.
1. Tahap pertama saat kami melakukan konsultasi, adalah mencari tahu apa dan bagaimana rumah yang diinginkan oleh peserta konsultasi, kebutuhan ruang apa yang diinginkan, berapa lantai yang diperlukan, bagaimana bentuk tanah yang dimiliki, dll. Dimana data-data dasar yang kami perlukan untuk melakukan konsultasi. Untuk tahap ini kami memberikan banyak masukkan mengenai banyak hal untuk perencanaan rumah tinggalnya.
2. Tahap Kedua, dalam tahap ini kami memberikan usulan gambar layout ruang dalam dengan 1 garis, contoh gambarnya dapat dilihat di blog kami untuk bahasan konsultasi rumah tinggal pak dwi di surabaya , gambar one line ada disebelah kirinya. hal ini kami lakukan untuk mempermudah dan mempercepat proses konsultasi, namun pemilik sudah memahami maksud dari layout ruang yang kami berikan. Dalam tahap ini jika kemudian pemiliki bermaksud melanjutkan pengembangan desainnya ke tahap pengembangan denah dan rencana tampak, kami akan mengenakan biaya desain. Dimana biaya desain ini akan berlaku hingga tahap desain terakhir yaitu pembuatan RAB. Jika satu saat pemilik langsung menunjuk kami sebagai pelaksana desainnya, maka biaya yang sudah dikeluarkan oleh pemilik akan kami kalkulasikan nanti dengan biaya pembangunanan.
3. Tahap ketiga, tahap ini adalah pengembangan lebih lanjut dari desain rumah tinggal.
4. Tahap keempat, adalah tahap pembuatan rab (rincian anggaran bangunan), tahap pembuatan RAB sebetulnya bisa saja masuk ketahap ketiga, tergantung pada progress pekerjaan desain yang sudah disepakati oleh pemilik dan perencana.
5. Tahap kelima, adalah tahap tahap pembangunan. dimana desain yang sudah disetujui oleh pemilik mulai masuk tahap pembangunan. Ditahap ini, jika pemilik menunjuk Garis sebagai pelaksana maka biaya yang sudah dikeluarkan selama tahap pembuatan desain, maka biaya yang sudah dikeluarkan dikalkulasikan kebiaya pembangunan, sehingga biaya desain yang sudah diajukan sejak awal menjadi free. Tetapi jika pemilik tidak menunjuk kami sebagai pelaksana tentu biaya desain akan tetap diterapkan.

Contoh.
Anda berencana membangun rumah seluas 100m2. Maka pada tahap pertama, biaya yang akan dikenakan dapat dipilih dari dua pilihan, yaitu Rp. 70rb per m2 atau Rp. 140rb per m2. hal ini akan kami bahas selanjutnya. Jadi jika biaya yang dipilih adalah Rp. 70rb per m2, maka biaya yang dikenakan adalah Rp. 7juta untuk satu desain. tentu biaya ini tidak akan kami minta sepenuhnya karena kami tetap menetapkan termin pembayaran. Kita ambil saja biaya yang dikeluarkan untuk tahap pertama adalah Rp. 3juta sebagai DP nya.
Setelah melewati tahapan2 pekerjaan desain, dimana denah, dan tampak sudah disetujui, kami mulai masuk ke detail-detail perencanaan, bahkan RAB jika diinginkan. Selama proses ini berlangsung, dimana seluruh rencana sudah mendekati hasil akhir maka pemilik dapat menentukan apakah akan menunjuk kami sebagai pelaksana atau tidak. Jika Garis dipilih sebagai pelaksananya, maka biaya pembangunan yang tercantum di RAB sudah dipotong sebesar Rp. 3juta dari biaya yang sudah dikeluarkan.

Demikian penjelasannya.
mudah-mudahan rekan-rekan semua dapat memahami apa yang kami kemukakan disini. dan kita dapat bekerja sama untuk sama-sama membangun rumah impian anda.




Jumat, 23 Juli 2010

mengapa harus arsitek (part 1)

Rekan-rekan

Mungkin itu adalah sebuah pertanyaan yang akan meluncur dari mulut kita pada saat kita dihadapkan pada sebuah keputusan yang harus diambil saat kita akan membangun sebuah rumah tinggal, atau tempat usaha kita. Sebuah pertanyaan yang muncul dikarenakan sebuah pendapat yang, tentu saja, tidak salah, bahwa, menyewa arsitek adalah sebuah tindakan besar karena harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Tentu saja, biaya untuk membayar jasa arsitek, sudah dapat diketahui bersama biayanya akan sangat mahal. Coba kita berhitung kasar. Fee arsitek sangat beragam, mulai dari Rp. 10.000,- per m2 hingga Rp. 50.000,- per m2 bahkan ada yang hingga Rp. 100.000 per m2. Biaya ini akan terasa sangat mahal saat kita akan membangun sebuah , katakanlah, rumah yang mempunyai luas 300m2. Berarti mulai dari Rp. 3.000.000,- sd Rp. 15.000.000,- harus kita keluarkan untuk membayar sang perancang ini.
Kalau dihitung Rp. 15.000.000,- tentu akan bermanfaat bagi kita jika uang tersebut dapat kita gunakan untuk membeli semen yang seharga Rp. 52.000,- maka kita akan memperoleh kurang lebih 290 zak!. Atau jet pump, atau water heater kapasitas 60L. atau exhaust untuk dapur modern kita. Dan tentu banyak cara lagi untuk memanfaatkan uang Rp. 15.000.000,- tersebut.
Tapi mari kita mulai berhitung dari sisi lain, sisi yang terkadang seringkali tidak kita perhatikan.

Tak perlulah kita bahas mengenai berapa lama sang arsitek atau berapa besar biaya yang dikeluarkan beliau untuk mendapat gelar Arsitek. Toh itu resiko dia untuk mencapai cita2nya kan?. =). Cukup kita coba dari keuntungan apa yang didapat dari jasa seorang arsitek, dari keahliannya membuat sebuah rancangan yang baik dalam menata ruang dan mengolah fasad bangunan sehingga kita dapat memperoleh sebuah bangunan, rumah atau tempat usaha, yang nyaman untuk kita huni atau kita gunakan.

Satu waktu kami mendapatkan sebuah email konsultasi yang berisikan keluhan mengenai rumahnya yang gelap dan pengap. Dari pembicaraan, kami memperoleh informasi bahwa beliau membangun atas dasar saran seorang tukang bangunan yang ahli di kampungnya di bidang membangun rumah. kami juga pernah mendapatkan email yang berisikan keinginan untuk merenovasi rumah yang dirasakannya tidak nyaman, karena terdapat banyak lorong serta ruang yang sempit. Dan dari pembicaraan dengan beliau pula kami memperoleh informasi bahwa beliau membuat sketsa denah ruangnya sendiri tanpa bantuan arsitek. Satu waktu juga kami mendapat email yang berisikan sumpah serapah karena rumah beliau yang dibuat oleh seorang arsitek ternyata tidak seperti yang dibayangkan oleh nya. Jadi kesimpulan cepatnya beliau merasa kecewa dan merasa mendapat kerugian karena sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk menyewa arsitek tersebut.

Beberapa contoh diatas adalah beberapa bukti, bahwa untuk mendapatkan rumah yang aman, nyaman dan sehat tentu saja tidak mudah. Perlu adanya keterlibatan dari rekan-rekan kita yang mengerti sebuah perencanaan yang baik untuk sebuah bangunan sesuai dengan fungsinya. Perlu adanya referensi dari banyak fihak yang betul-betul mengerti bagaimana merecanakan dan membangun sebuah rumah yang baik. Tentu semua orang dapat merancang dan membangun rumah, tapi belum tentu rancangan rumah tersebut dapat menghasilkan sebuah bangunan yang baik, tepat dan nyaman untuk digunakan.

To be continued….

Tunggu kelanjutan paparan kami mengenai “Mengapa Harus Arsitek?”. Dalam mempersiapkan rumah tinggal atau rumah usaha anda.

Rabu, 05 Mei 2010

Mengapa Harus Arsitek ?. (PART 2)


Judul diatas yang tepat seharusnya Why Architect? Part 2. Atau mengapa harus arsitek? (bagian 2). Karena kita sebetulnya punya bahasa Indonesia yang benar dan baku, yang tidak perlu lagi dicampur aduk dengan bahasa asing. Seperti Aku on the way ke tempat mu… atau Aku lunch dulu bersama my office friend di warteg sederhana ya… semua malah bias jadi lucu kalau dicampur2 seperti itu.
Okelah kalau begitu….

Sekarang kita lanjutkan bahasan tentang “Mengapa Harus Arsitek?” yang kemarin tertunda di bagian pertama, dan kita lanjutkan di bagian ke 2 ini dengan cerita sebuah email konsultasi yang berisikan keluhan mengenai rumahnya yang gelap dan pengap. Dari pembicaraan, kami memperoleh informasi bahwa beliau membangun atas dasar saran seorang tukang bangunan yang ahli di kampungnya di bidang membangun rumah.

Seperti yang pernah kami katakan di akhir paparan Part 1 (jiaahhh… bagian 1). Bahwa Tentu semua orang dapat merancang dan membangun rumah, tapi belum tentu rancangan rumah tersebut dapat menghasilkan sebuah bangunan yang baik, tepat dan nyaman untuk digunakan. Untuk mendapatkan sebuah rancangan rumah yang pertama kali perlu diketahui adalah dasar2 perencanaannya. Salah satu contohnya adalah, bagaimana membuat rumah dengan pola ruang yang atraktif, tapi tetap nyaman, atau rumah yang lega tanpa banyak dinding pembatas, atau bagaimana membuat rumah kecil namun tetap memberi kesan leluasa. Dengan beberapa contoh tersebut tentu pengolahan denah sebuah hunian atau tempat usaha harus menjadi sebuah perencanaan dasar untuk maju ke tahap berikutnya sehingga tahap berikutnya dari sebuah perancangan adalah menjadi pelengkap atau penyempurna dari sebuah desain.

Kami, dulu, secara sekilas, bercerita tentang bagaimana sulitnya kami saat mulai belajar membuat sebuah denah rumah kecil, seukuran rumah tipe 70. Bagaimana sulitnya kami harus berulang2 mengganti kertas saat membuat desain rumah tersebut, atau bagaimana menggigilnya kami disertai keringat dingin yang bercucuran saat harus berhadapan untuk presentasi dengan dosen senior yang sudah beruban dan rekan2 lain yang tidak hentinya membaca narasi serta membolak-balik kertas gambarnya sehingga kami bisa sempurna melakukan presentasi di depan dosen tersebut. Tapi tetap saja gebrakkan di meja kami peroleh, serta sentilan-sentilan pahit dari sang dosen saat kami tidak dapat menjelaskan maksud dari perencanaan tersebut. Ditambah lagi coretan spidol besar diatas kertas kami sebagai tanda revisi untuk gambar yang harus kami perbaiki, walaupun akhirnya kami lupa apa yang harus diperbaiki, karena kertas gambar kami sudah berubah menjadi warna hitam karena dipenuhi liukkan garis sang dosen. =))

Dibawah ini kami menampilkan sebuah desain yang tadi kami ceritakan dari salah seorang anggota MKDA. Nama dari peserta konsultasi tidak akan kami cantumkan, karena kami disini hanya ingin memberi gambaran mengenai arti pentingnya sebuah perencanaan dan perancangan dalam sebuah bangunan.

Seperti yang anda lihat dalam gambar tersebut, menurut anda apakah rumah tersebut dapat dibangun? Jawabannya tentu dapat. Apakah rumah tersebut nyaman untuk anda?, jawabannya bisa ya bisa tidak. Tapi untuk pemilik tentu saja, setelah bangunan selesai dibangun, rumah dirasakan tidak nyaman. Dan jika anda Tanya bagaimana menurut kami?. Kami tentu saja akan menjawab sedikit njelimet tapi kami usahakan tidak terlalu panjang sehingga tidak akan terlalu menjadi memusingkan =)). Maaf saya sedikit bercanda, supaya kita tetap santai menikmati bahasan ini.

Dari denah yang dikirimkan oleh rekan desain kami. Ada beberapa penilaian yang kami sampaikan kepada rekan kami tersebut, yaitu :
1. Ruang2 yang terbentuk akan terasa sempit di beberapa ruang. Seperti dapur, kamar pembantu dan ruang setrika serta ruang cuci, rg keluarga. Secara denah tentu terlihat mencukupi, tetapi setelah dibangun akan terasa sempitnya ruang yang terbentuk dalam rumah tersebut.
2. Tidak adanya cahaya yang masuk kedalam rumah, karena ruang2 yang terbentuk didalam rumah saling menutupi sehingga akses udara dan cahaya tidak dapat masuk kedalam rumah.
3. Taman di belakang kamar mandi di ruang utama tidak akan berfungsi dengan baik, karena taman tersebut nantinya akan tertutup oleh atap atau kantilever sehingga otomatis cahaya dan udara menjadi terbatas.
4. Dapur yang terletak dipojok belakang tidak mempunyai saluran pembuangan asap, tentu hal itu akan mengakibatkan efek yang fatal jika asap dan dari dapur tidak terbuang dengan baik ke luar rumah
5. Yang selanjutnya adalah bentuk atap, yang seringkali tak terfikirkan. Dengan denah yang ada seperti ini. Bentuk atap akan sangat menyulitkan, kecuali sebagian atap rumah dicor beton, sehingga tidak seluruhnya menggunakan atap, tentu hasilnya akan baik. Namun jika dana yang tersedia sangat terbatas, tampilan bangunan akan menjadi terlihat tidak nyaman bahkan aneh jika tidak didesain dengan baik dan cermat.

Apa yang kami kemukakan diatas, adalah untuk memberikan contoh bahwa desain yang dibuat oleh sendiri, tanpa bantuan arsitek, atau hanya dibuat oleh tukang tentu bisa menyebabkan banyak kekurangan dan banyak menimbulkan kendala. Kami tidak mengatakan bahwa layout yang dibuat sendiri akan menjadi jelek dari sisi tampilan fasad nantinya, karena ada banyak literatur yang dapat dilihat untuk dicontoh, namun akan lebih baik jika perencanaan dilakukan secara baik dan benar dan direncanakan secara matang sehingga desain dapat sebenar-benarnya dapat dilaksanakan pada saat pembangunan dilaksanakan tanpa harus bongkar pasang kembali.

to be continued.....